Sungai merupakan tempat mengalirnya air tawar. Air yang mengalir lewat sungai bisa berasal dari air hujan, bisa berasal dari mata air atau bisa juga berasal dari es yang mengalir (Gletser). Ke mana air itu mengalir? Air mengalir bisa ke laut, ke danau, ke rawa, ke sungai lain dan bisa juga ke sawah-sawah.
Ada bermacam-macam jenis sungai. Berdasarkan sumber airnya sungai dibedakan menjadi tiga macam yaitu: sungai hujan, sungai gletser dan sungai campuran.
a. Sungai Hujan, adalah sungai yang airnya berasal dari air hujan atau sumber mata air. Contohnya adalah sungai-sungai yang ada di pulau Jawa dan Nusa Tenggara.
b. Sungai Gletser, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es. Contoh sungai yang airnya benar-benar murni berasal dari pencairan es saja (ansich) boleh dikatakan tidak ada, namun pada bagian hulu sungai Gangga di India (yang berhulu di Peg. Himalaya) dan hulu sungai Phein di Jerman (yang berhulu di Pegunungan Alpen) dapat dikatakan sebagai contoh jenis sungai ini.
c. Sungai Campuran, adalah sungai yang airnya berasal dari pencairan es (gletser), dari hujan, dan dari sumber mata air. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Digul dan sungai Mamberamo di Papua (Irian Jaya).
Berdasarkan debit airnya (volume airnya), sungai dibedakan menjadi 4 macam yaitu sungai permanen, sungai periodik, sungai episodik, dan sungai ephemeral.
a. Sungai Permanen, adalah sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kapuas, Kahayan, Barito dan Mahakam di Kalimantan. Sungai Musi, Batanghari dan Indragiri di Sumatera.
b. Sungai Periodik, adalah sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan pada musim kemarau airnya kecil. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di pulau Jawa misalnya sungai Bengawan Solo, dan sungai Opak di Jawa Tengah. Sungai Progo dan sungai Code di Daerah Istimewa Yogyakarta serta sungai Brantas di Jawa Timur.
c. Sungai Episodik, adalah sungai yang pada musim kemarau airnya kering dan pada musim hujan airnya banyak. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kalada di pulau Sumba.
d. Sungai Ephemeral, adalah sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan. Pada hakekatnya sungai jenis ini hampir sama dengan jenis episodik, hanya saja pada musim hujan sungai jenis ini airnya belum tentu banyak.
Berdasarkan asal kejadiannya (genetikanya) sungai dibedakan menjadi 5 jenis yaitu sungai konsekuen, sungai subsekuen, sungai obsekuen, sungai resekuen dan sungai insekuen.
a. Sungai Konsekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah lereng awal.
b. Sungai Subsekuen atau strike valley adalah sungai yang aliran airnya mengikuti strike batuan.
c. Sungai Obsekuen, adalah sungai yang aliran airnya berlawanan arah dengan sungai konsekuen atau berlawanan arah dengan kemiringan lapisan batuan serta bermuara di sungai subsekuen.
d. Sungai Resekuen, adalah sungai yang airnya mengalir mengikuti arah kemiringan lapisan batuan dan bermuara di sungai subsekuen.
e. Sungai Insekuen, adalah sungai yang mengalir tanpa dikontrol oleh litologi maupun struktur geologi.
Berdasarkan struktur geologinya sungai dibedakan menjadi dua yaitu sungai anteseden dan sungai sungai superposed.
a. Sungai Anteseden adalah sungai yang tetap mempertahankan arah aliran airnya walaupun ada struktur geologi (batuan) yang melintang. Hal ini terjadi karena kekuatan arusnya, sehingga mampu menembus batuan yang merintanginya.
b. Sungai Superposed, adalah sungai yang melintang, struktur dan prosesnya dibimbing oleh lapisan batuan yang menutupinya.
Berdasarkan pola alirannya sungai dibedakan menjadi 6 macam yaitu radial, dendritik, trellis, rektanguler dan pinate (Tim Geografi, Yudhistira, p. 84).
a. Radial atau menjari, jenis ini dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Radial sentrifugal, adalah pola aliran yang menyebar meninggalkan pusatnya. Pola aliran ini terdapat di daerah gunung yang berbentuk kerucut.
2. Radial sentripetal, adalah pola aliran yang mengumpul menuju ke pusat. Pola ini terdapat di daerah basin (cekungan).
b. Dendritik, adalah pola aliran yang tidak teratur. Pola alirannya seperti pohon, di mana sungai induk memperoleh aliran dari anak sungainya. Jenis ini biasanya terdapat di daerah datar atau daerah dataran pantai.
c. Trellis, adalah pola aliran yang menyirip seperti daun.
d. Rektangular, adalah pola aliran yang membentuk sudut siku-siku atau hampir siku-siku 90°.
e. Pinate, adalah pola aliran di mana muara-muara anak sungainya membentuk sudut lancip.
f. Anular, adalah pola aliran sungai yang membentuk lingkaran.
Bagaimana apakah dapat Anda pahami? Jika ada kesulitan Anda dapat mendiskusikan hal tersebut dengan teman-temanmu atau dengan Guru Pamongmu atau dapat juga Anda tanyakan dengan Guru Binamu. Sekarang mari kita lanjutkan untuk membicarakan tentang bagian-bagian sungai dan ciri-cirinya.
Sumber: http://geografisic.blogspot.com/2009/01/macam-sungai.html
Dewi's Blog
waaaa, you must like A7X !! Avenged Sevenfold is the best foREVer, ever, and now !!
Minggu, 25 Maret 2012
Sejarah Kota Weleri
Cerita Sejarah Weleri berawal dari kisah Pangeran Sambong atau Tumenggung Prawiro Setyo salah satu petinggi Mataram yg mengikuti pertemuan di Paseban Kemangi dalam rangka persiapan menyerang VOC di Batavia.
Sebagaimana pemimpin-pemimpin lainnya, Pangeran Sambong tidak diperkenankan kembali ke Mataram. Sekembalinya beliau dari Batavia, ia kembali bertapa dan melanjutkan perjalanan ke barat dan menjadi masyarakat biasa (meninggalkan gelar tumenggung). Tetapi masyarakat sudah banyak yg tahu kalau Pangeran Sambong adalah salah satu tokoh Mataram yg ikut berperang melawan Belanda di Batavia.
Selain Pangeran Sambong juga ada tokoh lainnya yakni Bah Brontok (seorang tokoh keturunan Cina) yg mana keduanya adalah sama2 murid Tumenggung Rajekwesi (Ki Ageng Kemangi). Keduanya bertolak belakang dalam menempatkan tujuan belajar pada Ki Ageng Kemangi. Pangeran Sambong cenderung pada aliran putih sedangkan Bah Brontok lebih cenderung ke aliran hitam. Selain itu Pangeran Sambong juga melaksanakan tugas penyiaran agama islam dengan cara yg disesuaikan dengan keadaan.
Pangeran Sambong dan Bah Brontok ini klo diibaratkan bagai minyak dan air walaupun sama2 murid Ki Ageng Kemangi. Alkisah menyebutkan kalau suatu hari Bah Brontok melakukan adu ayam dengan Pangeran Sambong. Ayam petarung Pangeran Sambong berwarna merah penatas sedangkan ayam Bah Brontok berwarna jali. Tempat beradunya ditentukan di daerah Cakra Kembang dekat sungai Kutho. Orang yg suka melihat tidak berani melihat dari dekat, tetapi dari jauh ditempat yg agak tinggi. Tempat itu sekarang dinamakan Tegalan Sedengok.
Setelah usai adu ayam, keduanya selalu memandikan ayamnya di sungai dekat Cakrakembang sekarang. Oleh masyarakat sungai itu dinamakan Kali Jenes (kotor).
Bah Brontok sering melakukan kecurangan2 dalam adu ayam. Maka Pangeran Sambong juga melakukan taktik sama. Pada salah satu kaki ayam milik pangeran Sambong diberinya tutup kaki yg terbuat dari bambu, Dengan demikian warna kulit ayam itu menjadi tidak sama. Maka di Dukuh Bojengan, yg letaknya tidak jauh dari Cokrokembang itu bila ada ayam yg berwarna kulit dua kaki berbeda, diyakini bahwa ayam itu milik Pangeran Sambong.
Dua tokoh itu juga punya tempat padepokan yg tidak jauh. Pangeran Sambong berada di tempat yg bernama Sambong atau hutan Sambongan, sedangkan Bah Brontok tinggal di Alas Buntu Krengseng. Sekarang dikenal dengan sebutan Randu Sigunting karena pohon randu yg tumbuh bercabang seperti gunting.
Pangeran Sambong mempunyai pengikut setia, mereka adalah Bagus Wuragil dan Denowo. Sebelum Pangeran Sambong ada tokoh wanita yg sebelumnya datang di tempat itu. Mereka adalah Nyai Wungu dan Nyai Damariyah. Pertemuan Pangeran Sambong dan 2 tokoh wanita yg sebelumnya pernah bertemu di suatu tempat sebelum tinggal di daerah barunya itu ternyata membawa berkah. Tempat pertemuannya dinamakan sambung yg berarti bisa menyambung persaudaraan kembali.
Selanjutnya...
Dikisahkan kalau Nyai Damariyah atau Sri Pandan adalah sosok wanita cantik yg diperebutkan oleh 2 pengikut Pangeran Sambong yakni Bagus Wuragil dan Denowo. Dalam cerita... Nyai Damariyah sebetulnya lebih condong ke Bagus Wuragil. Tapi karena keduanya adalah sama2 pengikut Pangeran Sambong maka Nyai Damariyah merasa gelisah dan memilih hidup bernyama Nyai Wungu.
Selanjutnya Nyai Damariyah dinasehati oleh Pangeran Sambong dan Nyai Wungu, kalau Nyai Damariyah ingin tenang dari perebutan dua orang yang sama2 menjadi sahabatnya, lebih baik Nyai Damariyah pergi ke tempat Ki Sidomukti yg letaknya di sebelah timur Sambongan.
Ki Ageng Sidomukti sangat prihatin karena perseteruan dua sahabat Nyai Damariyah yg memperebutkan Nyai Damariyah. Oleh Ki Sidomukti, Nyai Damariyah diperintahkan untuk mencuci beras (mesusi beras). Sebagaimana biasanya tempat mencuci beras itu dilakukan di sungai. Diberitahukan oleh Ki Sidomukti bahwa ketika Nyai Damariyah mencuci beras, maka telusurilah di mana letak berhentinya air cucian beras itu. Di tempat berakhirnya air pesusan itulah Nyai Damariyah bisa hidup tenang dan tidak akan diganggu siapapun.
Air pesusan beras itu disebut orang dengan nama "Leri". Ketika Nyai Damariyah menelusuri di mana berhentinya air leri itu, ternyata berhenti tepat di bawah dua pohon pandan yang tumbuh berdampingan, dan ada pohon Lo disekitarnya. Karenanya, di kemudian hari desa itu akhirnya dinamakan Weleri. Sedangkan nama pohon Lo pada waktu itu banyak disebut orang dengan nama pohon Cangkring. Sehingga daerah disekitar pohon Lo itu sekarang dikenal dengan nama Penyangkringan. Sedangkan Nyai Damariyah dipanggil banyak orang dengan nama Nyai Pandansari atau Sripandan. Sedangkan sungai yang menjadi tempat mesusi beras akhirnya dikenal dengan nama Kali Damar.
tentang akhir kehidupan Nyai Damariyah... ia memang lebih suka bertapa dan tempat yg dipilihnya adalah di bawah pohon pandan. Konon Nyai Damariyah yg suka bertapa itu menjadi tokoh sakti pilih tanding. Tempat pertapaannya yg terakhir adalah di bawah pohon pandan yg terletak di tepi laut (pantai dekat hilir sungai damar/laut jawa). Dan sudah menjadi catatan khusus masyarakat Weleri bahwa desa Weleri mempunyai "danyang" seorang wanita yaitu Nyai Pandansari
Cerita ini bisa dilihat di http://weleriqu.blogspot.com/2011/08/sejarah-weleri.html
Sebagaimana pemimpin-pemimpin lainnya, Pangeran Sambong tidak diperkenankan kembali ke Mataram. Sekembalinya beliau dari Batavia, ia kembali bertapa dan melanjutkan perjalanan ke barat dan menjadi masyarakat biasa (meninggalkan gelar tumenggung). Tetapi masyarakat sudah banyak yg tahu kalau Pangeran Sambong adalah salah satu tokoh Mataram yg ikut berperang melawan Belanda di Batavia.
Selain Pangeran Sambong juga ada tokoh lainnya yakni Bah Brontok (seorang tokoh keturunan Cina) yg mana keduanya adalah sama2 murid Tumenggung Rajekwesi (Ki Ageng Kemangi). Keduanya bertolak belakang dalam menempatkan tujuan belajar pada Ki Ageng Kemangi. Pangeran Sambong cenderung pada aliran putih sedangkan Bah Brontok lebih cenderung ke aliran hitam. Selain itu Pangeran Sambong juga melaksanakan tugas penyiaran agama islam dengan cara yg disesuaikan dengan keadaan.
Pangeran Sambong dan Bah Brontok ini klo diibaratkan bagai minyak dan air walaupun sama2 murid Ki Ageng Kemangi. Alkisah menyebutkan kalau suatu hari Bah Brontok melakukan adu ayam dengan Pangeran Sambong. Ayam petarung Pangeran Sambong berwarna merah penatas sedangkan ayam Bah Brontok berwarna jali. Tempat beradunya ditentukan di daerah Cakra Kembang dekat sungai Kutho. Orang yg suka melihat tidak berani melihat dari dekat, tetapi dari jauh ditempat yg agak tinggi. Tempat itu sekarang dinamakan Tegalan Sedengok.
Setelah usai adu ayam, keduanya selalu memandikan ayamnya di sungai dekat Cakrakembang sekarang. Oleh masyarakat sungai itu dinamakan Kali Jenes (kotor).
Bah Brontok sering melakukan kecurangan2 dalam adu ayam. Maka Pangeran Sambong juga melakukan taktik sama. Pada salah satu kaki ayam milik pangeran Sambong diberinya tutup kaki yg terbuat dari bambu, Dengan demikian warna kulit ayam itu menjadi tidak sama. Maka di Dukuh Bojengan, yg letaknya tidak jauh dari Cokrokembang itu bila ada ayam yg berwarna kulit dua kaki berbeda, diyakini bahwa ayam itu milik Pangeran Sambong.
Dua tokoh itu juga punya tempat padepokan yg tidak jauh. Pangeran Sambong berada di tempat yg bernama Sambong atau hutan Sambongan, sedangkan Bah Brontok tinggal di Alas Buntu Krengseng. Sekarang dikenal dengan sebutan Randu Sigunting karena pohon randu yg tumbuh bercabang seperti gunting.
Pangeran Sambong mempunyai pengikut setia, mereka adalah Bagus Wuragil dan Denowo. Sebelum Pangeran Sambong ada tokoh wanita yg sebelumnya datang di tempat itu. Mereka adalah Nyai Wungu dan Nyai Damariyah. Pertemuan Pangeran Sambong dan 2 tokoh wanita yg sebelumnya pernah bertemu di suatu tempat sebelum tinggal di daerah barunya itu ternyata membawa berkah. Tempat pertemuannya dinamakan sambung yg berarti bisa menyambung persaudaraan kembali.
Selanjutnya...
Dikisahkan kalau Nyai Damariyah atau Sri Pandan adalah sosok wanita cantik yg diperebutkan oleh 2 pengikut Pangeran Sambong yakni Bagus Wuragil dan Denowo. Dalam cerita... Nyai Damariyah sebetulnya lebih condong ke Bagus Wuragil. Tapi karena keduanya adalah sama2 pengikut Pangeran Sambong maka Nyai Damariyah merasa gelisah dan memilih hidup bernyama Nyai Wungu.
Selanjutnya Nyai Damariyah dinasehati oleh Pangeran Sambong dan Nyai Wungu, kalau Nyai Damariyah ingin tenang dari perebutan dua orang yang sama2 menjadi sahabatnya, lebih baik Nyai Damariyah pergi ke tempat Ki Sidomukti yg letaknya di sebelah timur Sambongan.
Ki Ageng Sidomukti sangat prihatin karena perseteruan dua sahabat Nyai Damariyah yg memperebutkan Nyai Damariyah. Oleh Ki Sidomukti, Nyai Damariyah diperintahkan untuk mencuci beras (mesusi beras). Sebagaimana biasanya tempat mencuci beras itu dilakukan di sungai. Diberitahukan oleh Ki Sidomukti bahwa ketika Nyai Damariyah mencuci beras, maka telusurilah di mana letak berhentinya air cucian beras itu. Di tempat berakhirnya air pesusan itulah Nyai Damariyah bisa hidup tenang dan tidak akan diganggu siapapun.
Air pesusan beras itu disebut orang dengan nama "Leri". Ketika Nyai Damariyah menelusuri di mana berhentinya air leri itu, ternyata berhenti tepat di bawah dua pohon pandan yang tumbuh berdampingan, dan ada pohon Lo disekitarnya. Karenanya, di kemudian hari desa itu akhirnya dinamakan Weleri. Sedangkan nama pohon Lo pada waktu itu banyak disebut orang dengan nama pohon Cangkring. Sehingga daerah disekitar pohon Lo itu sekarang dikenal dengan nama Penyangkringan. Sedangkan Nyai Damariyah dipanggil banyak orang dengan nama Nyai Pandansari atau Sripandan. Sedangkan sungai yang menjadi tempat mesusi beras akhirnya dikenal dengan nama Kali Damar.
tentang akhir kehidupan Nyai Damariyah... ia memang lebih suka bertapa dan tempat yg dipilihnya adalah di bawah pohon pandan. Konon Nyai Damariyah yg suka bertapa itu menjadi tokoh sakti pilih tanding. Tempat pertapaannya yg terakhir adalah di bawah pohon pandan yg terletak di tepi laut (pantai dekat hilir sungai damar/laut jawa). Dan sudah menjadi catatan khusus masyarakat Weleri bahwa desa Weleri mempunyai "danyang" seorang wanita yaitu Nyai Pandansari
Cerita ini bisa dilihat di http://weleriqu.blogspot.com/2011/08/sejarah-weleri.html
Kamis, 26 Januari 2012
Sabtu, 22 Oktober 2011
Buried Alive
Take the time just to listen
When the voices screaming are much too loud
Take a look in the distance
Try and see it all
Chances are that you might find
That we share a common discomfort now
I feel I'm walking a fine line
Tell me only if it's real
Still I'm on my way
(On and on it goes)
Vacant hope to take
Hey!
I can't live in here for another day
Darkness has kept the light concealed
Grim as ever
Hold on to faith as I dig another grave
Meanwhile the mice endure the wheel
Real as ever
And it seems I've been buried alive
I walk the fields through the fire
Taking steps until I found solid ground
Followed dreams, reaching higher
Couldn't survive the fall
Much has changed since the last time
And I feel a little less certain now
You know I jumped at the first sign
Tell me only if it's real
Memories seem to fade
(On and on it goes)
Wash my view away
Hey!
I can't live in here for another day
Darkness has kept the light concealed
Grim as ever
Hold on to faith as I dig another grave
Meanwhile the mice endure the wheel
Real as ever
And I'm chained like a slave
Trapped in the dark
Slammed all the locks
Death calls my name
And it seems I've been buried alive
Take you down now
Burn it all out
Throw you all around
Get your fuckin' HANDS OFF ME!
What's it feel like?
Took the wrong route
Watch it fall apart
Now you're knockin' AT THE WRONG GATE!
For you to pay the toll
A price for you alone
The only deal you'll find
I'll gladly take your soul
While it seems sick
Sober up quick
Psycho lunatic crushing you with
HANDS OF FATE!
Shame to find out
When it's too late
But you're all the same
Trapped inside INFERNO AWAITS!
Evil thoughts can hide
I'll help release the mind
I'll peel away the skin
Release the dark within
This is now your life
Strike you from the light
This is now your life
Die, buried alive x3
When the voices screaming are much too loud
Take a look in the distance
Try and see it all
Chances are that you might find
That we share a common discomfort now
I feel I'm walking a fine line
Tell me only if it's real
Still I'm on my way
(On and on it goes)
Vacant hope to take
Hey!
I can't live in here for another day
Darkness has kept the light concealed
Grim as ever
Hold on to faith as I dig another grave
Meanwhile the mice endure the wheel
Real as ever
And it seems I've been buried alive
I walk the fields through the fire
Taking steps until I found solid ground
Followed dreams, reaching higher
Couldn't survive the fall
Much has changed since the last time
And I feel a little less certain now
You know I jumped at the first sign
Tell me only if it's real
Memories seem to fade
(On and on it goes)
Wash my view away
Hey!
I can't live in here for another day
Darkness has kept the light concealed
Grim as ever
Hold on to faith as I dig another grave
Meanwhile the mice endure the wheel
Real as ever
And I'm chained like a slave
Trapped in the dark
Slammed all the locks
Death calls my name
And it seems I've been buried alive
Take you down now
Burn it all out
Throw you all around
Get your fuckin' HANDS OFF ME!
What's it feel like?
Took the wrong route
Watch it fall apart
Now you're knockin' AT THE WRONG GATE!
For you to pay the toll
A price for you alone
The only deal you'll find
I'll gladly take your soul
While it seems sick
Sober up quick
Psycho lunatic crushing you with
HANDS OF FATE!
Shame to find out
When it's too late
But you're all the same
Trapped inside INFERNO AWAITS!
Evil thoughts can hide
I'll help release the mind
I'll peel away the skin
Release the dark within
This is now your life
Strike you from the light
This is now your life
Die, buried alive x3
Kamis, 06 Oktober 2011
Nightmare
Nightmare
Now your nightmare comes to life.
Dragged you down below
Down to the devils show
To be his guest forever
Peace of mind is less than never
Down to the devils show
To be his guest forever
Peace of mind is less than never
Hate to twist your mind
But God ain’t on your side
An old acquaintance severed
Burn the world your last endeavor
But God ain’t on your side
An old acquaintance severed
Burn the world your last endeavor
Flesh is burning
You can smell it in the air
Cause men like you have such an easy soul to steal
You can smell it in the air
Cause men like you have such an easy soul to steal
So stand in line while they ink numbers in your head
Your now a slave until the end of time here
Your now a slave until the end of time here
Nothing stops the madness turning, haunting, yearning pull the trigger
You should have known
The price of evil
And it hurts to know that you belong here
Yeah
Oooooooh
It’s your fucking nightmare
While your nightmare comes to life
The price of evil
And it hurts to know that you belong here
Yeah
Oooooooh
It’s your fucking nightmare
While your nightmare comes to life
Can’t wake up in sweat
Cause it ain’t over yet
Still dancing with your demons
Victim of your own creation
Cause it ain’t over yet
Still dancing with your demons
Victim of your own creation
Beyond the will to fight
Where all that’s wrong is right
Where hate don’t need a reason
Loathing self-assassination
Where all that’s wrong is right
Where hate don’t need a reason
Loathing self-assassination
You’ve been lied to
Just to rape you of your sight
And now they have the nerve to tell you how to feel
Just to rape you of your sight
And now they have the nerve to tell you how to feel
So sedated as they medicate your brain
And while you slowly go insane they tell ya
“Given with the best intentions, help you with your complications”
And while you slowly go insane they tell ya
“Given with the best intentions, help you with your complications”
You should have known
The price of evil
And it hurts to know that you belong here
Yeah
No one to call
Everybody to fear
Your tragic fate
Is looking so clear
Yeah
Oooooooh
It’s your fucking nightmare
The price of evil
And it hurts to know that you belong here
Yeah
No one to call
Everybody to fear
Your tragic fate
Is looking so clear
Yeah
Oooooooh
It’s your fucking nightmare
(Break)
(Maniacal laughter)
Fight. not to fail
Not to fall
Or you’ll end up like the others
Fight. not to fail
Not to fall
Or you’ll end up like the others
Die, die again
Drenched in sin
With no respect for another
Drenched in sin
With no respect for another
Down, feel the fire
Feel the hate
Your pain is what we desire
Feel the hate
Your pain is what we desire
Lost, hit the wall
Watch you crawl
Such a replaceable liar
Watch you crawl
Such a replaceable liar
And I know your hear their voices
Calling from above
And I know they may seem real
These signals of love
But our life’s made up of choices
Some without appeal
They took for granted your soul
And it’s ours now to steal
Calling from above
And I know they may seem real
These signals of love
But our life’s made up of choices
Some without appeal
They took for granted your soul
And it’s ours now to steal
As your nightmare comes to life
You should have known
The price of evil
And it hurts to know that you belong here
Yea
No one to call
Everybody to fear
Your tragic fate
Is looking so clear
Yeah
Oooooooh
It’s your fucking nightmare
The price of evil
And it hurts to know that you belong here
Yea
No one to call
Everybody to fear
Your tragic fate
Is looking so clear
Yeah
Oooooooh
It’s your fucking nightmare
Senin, 03 Oktober 2011
So Far Away
Never feared for anything
Never shamed but never free
A life that healed a broken heart with all that it could
Lived a life so endlessly
Saw beyond what others see
I tried to heal your broken heart with all that I could
Will you stay
Will you stay away forever
How do I live without the ones I love?
Time still turns the pages of the book it’s burned
Place and time always on my mind
I have so much to say but you’re so far away
Plans of what our futures hold
Foolish lies of growing old
It seems we’re so invincible
The truth is so cold
A final song, a last request
A perfect chapter laid to rest
Now and then I try to find a place in my mind
Where you can stay
You can stay away forever
How do I live without the ones I love
Time still turns the pages of the book it’s burned
Place and time always on my mind
I have so much to say but you’re so far away
Sleep tight, I’m not afraid
The ones that we love are here with me
Lay away a place for me
Cause as soon as I’m done I’ll be on my way
To live eternally
How do I live without the ones I love
Time still turns the pages of the book it’s burned
Place and time always on my mind
And the light she left remains but it’s so hard to stay
When I have so much to say and you’re so far away
I love you
You were ready
The pain is strong enough despite
But I’ll see you
When He lets me
Your pain is gone, your hands untied
So far away
And I need you to know
So far away
And I need you to need you to know
Langganan:
Postingan (Atom)
